Pentingnya Tehnik Diving Di Dalam Dunia Persepakbolaan

4tu.org – Piala Dunia 2018 memang belum lama ini telah selesai. Namun bagi kalian yang begitu mencintai dunia bola pasti tidak akan pernah bisa lupa kepada satu sosok pemain yang satu ini.

Satu sosok itu adalah Neymar. Seorang pemain yang bertindak pada posisi sayap kiri Brasil yang sempat membuat heboh seluruh dunia dengan aksinya yang berguling-guling di lapangan.

Tak sedikit orang yang tidak menyukai Neymar juga menganggap jika aksinya tersebut merupakan drama yang sengaja dia ciptakan. Dalam sepakbola, teknik ini disebut dengan diving. Menurut Sports Lingo, teknik ini mengharuskan seorang pesepakbola menjatuhkan tubuhnya ke lapangan seakan-akan mereka dijegal lawan.

Kadang-kadang mereka juga menambahkan berpura-pura cedera agar tidak mendapat kartu dari wasit, seperti yang dilakukan Neymar. Selain dia, ada banyak pesepakbola lainnya yang juga sering melakukan diving, salah satunya pesepakbola klub Barcelona Sergio Busquets yang bahkan mendapatkan julukan “The Drama Queen”.

Tehnik diving juga bisa disamakan dengan teknik survival pada orang zaman dahulu. Psikolog menemukan bahwa mereka yang secara meyakinkan bersimulasi atau melebih-lebihkan cedera akan mendapatkan keuntungan survival.

Hal ini disebabkan karena mereka bisa lebih mudah mendapatkan perhatian orang lain, yang menjadi kunci langkah kita dari racauan nonverbal primitif menjadi omongan kompleks.

Saat kita melihat pesepakbola yang melakukan diving, mungkin kita otomatis akan merasa tidak respek. Akan tetapi, teknik yang memang didesain untuk menipu wasit bisa menjadi strategi survival kuno yang efektif.

“Kita telah melihat sepakbola yang fantastis dari seperti Neymar dan Mbappe pada Piala Dunia tahun ini, tapi mereka juga memberikan kita dosis yang tak menyehatkan dari berpura-pura dan seni tipu-tipu sepakbola,” kata Dr Jordan Raine, psikolog di University of Sussex.

Dengan menirukan jeritan yang berasal dari rasa sakit secara logis mungkin akan mengarah ke penipuan yang makin kompleks dan bermacam-macam. Dan pada akhirnya, akan disetujui secara budaya ketimbang biologis.

Dr Raine berharap tak lagi ada sikap-sikap seperti ini dalam permainan yang bagus, terutama sepakbola.